Awal Penantian

Gemericik tetesan hujan yang merintik
Seolah mengiringi gerimis dihatiku

Mata bulat berkaca-kaca
isyarat kesedihan yang memerih

Rintihan hati yang tertatih
kian mengharu seluruh rasaku

Gemuruh gejolak diawal penantianku
tlah mampu mematikan syaraf-syaraf lelahku

Berulang kali ku membuka tirai-tirai jendela hatiku
berharap kukan temukan
binar-binar wajah dan kerlingan mata jernihmu
dibalik tabir-tabir itu

Ku terus menunggu sampai ku benar-benar melihatmu di situ
Walau itu kan terus menyakiti diriku sendiri
Aku tak ingin peduli
karena ini adalah awal penantianku

0 komentar:

 
This blog powered by Blogger. Template designed by Go Blog Template